Penyembuhan luka akibat kecelakaan

Penyembuhan luka akibat kecelakaan

Penyembuhan luka akibat kecelakaan

Penyembuhan luka karena berbagai sebab seperti luka pada daging, pecah tulang yang cukup lama dan sebagainya yang menimbulkan rasa sakit. Langkah pertama yaitu dengan menghilangkan rasa sakitnya.  Prosedur terbaik setelah kontak batin yaitu dengan memerintahkan batin bawah sadar untuk tenang  dan menyejukkan saraf yang terganggu. Gunakan teknik kita sendiri.  Sebagai contoh, jika pasien tidak berada di depan kita (lokasi berjauhan), mula-mula kita menghubungi batin bawah sadarnya dengan menggunakan telpon mental, meminta persetujuan dengan lembut untuk meringankan rasa sakit pada lukanya.

Jika ada persetujuan (secara imajiner), kita curahkan energi putih penyembuh pada lukanya dan digabungkan dengan energi biru lembut untuk menenangkan rasa pedihnya.  Jika pasien ada di depan kita, maka letakan telapak tangan kita di depan luka/sakit pasien, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.  Pada saat kita hembuskan perlahan-lahan, bayangkan energi putih dan biru lembut menembus ke bagian yang sakit dari pasien.  Lakukan itu 10-15 menit, dan bayangkan jaringan-jaringan yang luka sudah menyatu dan membaik. Buat program setiap 1 jam berikutnya yang secara otomatis akan mengulangi proses ini sampai rasa sakitnya menghilang.  Mudah bukan?. 

Ingat jangan pernah meremehkan batin bawah sadar kita.  Tetaplah rendah hati dan lakukan praktek dengan tenang, yakin serta kreatif. Yakinlah bahwa pengobatan tidak selamanya hanya dengan kemampuan akal pikiran yang dikelola oleh pengertian batin sadar kita.

Dalam praktek penyembuhan yang kita terapkan, rasa sakit selalu mempunyai penyebab.  Kita melalaikan tanggung jawab bila tidak mencari penyebab itu dan berusaha sekuatnya membetulkan.

Ringkasan penyembuhan luka akibat kecelakaan:

  1. Buatlah kontak dengan batin bawah sadar pasien
  2. Periksalah secara mental badan fisik dan eteris orang yang terluka, supaya mengetahui secara pasti tentang sifat dan parahnya luka.
  3. Secara mental bersihkan luka terbuka, lalu tutuplah dengan plester badan.  Bila terdapat bagian kulit yang terkelupas atau terparut, tutuplah dengan kulit baru yang disobek dari sebuah gulungan seperti gulungan kertas.  Yakinlah bagian yang terbuka itu bersih secara sempurna dan bersih dari semua benda asing, lalu tutupi dengan kulit baru.  Diupayakan letaknya rata dan tepat
  4. Gantilah semua bagian yang rusak hitam dengan daging baru dan otot baru.  Yakinlah bahwa semua otot melentur.  Bila kita anggap perlu, perkuatlah dengan pita karet.
  5. Berhati-hatilah dengan tulang remuk.  Jangan sampai terlupa satupun pecahan tulang, lalu dengan hati-hati pasang potongan-potongan itu menjadi satu secara tepat.  Kita boleh melekatkan potongan menjadi satu dengan lem, boleh juga membungkusnya dengan plester kemudian diselimuti dengan energi aura hijau guna pembentukan tulang utuh kembali, dan energi putih guna penyembuhannya.
  6. Selalu akhiri pekerjaan dengan memberikan energi penawar rasa sakit dan penenang dengan menggunakan energi biru kepada bagian yang sakit.  Sebaiknya perintahkan batin bawah sadar pasien untuk mengulang proses penyembuhan pada waktu-waktu tertentu (tiga sampai enam jam), sampai kita menanganinya kembali di sesi berikutnya.
  7. Cek lah selalu dalam waktu dua atau tiga hari, untuk meyakinkan bahwa telah terjadi penyembuhan yang tepat.  Ini memungkinkan kita mengikat otot-otot putus, yang mungkin terlupa dan menyelesaikan pengobatan ini dengan cara yang tepat serta efisien.

Penyembuhan di atas telah terbukti dan dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk penulis sudah membuktikannya berkali-kali.  Ternyata sangat mudah dan sederhana, asal ada tekad dan keinginan.

Sumber Artikel : Terapi Medipic

WA: 0813-1875-1575

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *